• Jelajahi

    Copyright © RIAUHARIAN.COM – Portal Berita Riau Terkini, Aktual & Terpercaya
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Iklan

    a-digital-logo-banner-features-the-indonesian-news

    Pelayanan Rumah Sakit Amelia Medika Disesalkan Oleh Tokoh Pemuda Pelalawan

    RIAUHARIAN.COM
    Rabu, 08 April 2026, 01.05 WIB Last Updated 2026-04-08T08:05:28Z
    masukkan script iklan disini
    masukkan script iklan disini




    PELALAWAN,RIAUHARIAN.COM - Seorang pasien Rumah Sakit (RS) Amelia Medika Pangkalan Kerinci mengeluhkan pelayanan kesehatan RS Swasta tersebut. Pasien ini merasa dipersulit administrasi, sehingga ia pulang tanpa mendapat layanan kesehatan seperti tujuan dia mendatangi RS tersebut. 


    Tokoh Pemuda Pangkalan Kerinci Muhammad Daud, S. Sos mengaku sangat kecewa dan kesal dengan layanan kesehatan Rumah Sakit Amelia Medika ini. "Orang tua ini ke sana untuk berobat, tapi dipersulit, sampai dokter penyakit dalam nya pulang, terpaksa beliau pulang juga, tanpa dapat layanan kesehatan," ungkap Daud. 


    Dijelaskan Daud, pasien berinisial U ini mengeluhkan dadanya sakit. Dia mendatangi RS Amelia Medika, poli penyakit dalam, Selasa (7/04/2026).


    "Setelah pasien ini dicek kondisi nya oleh perawat, diminta membuat pernyataan kronologi penyakit. Tapi setelah surat pernyataan selesai, pihak RS Amelia Medika meminta surat keterangan dari kepolisian dengan alasan ada lebam diwajah ibu saya. Apa hubungannya sakit dada ibu ini dengan lebam di wajahnya dan surat keterangan kronologis dari Kepolisian itu," jelas Daud mengungkapkan kejadian pelayanan di RS Amelia Medika ini. 


    Ditambahkan Daud karena merasa dipersulit dan ditelantarkan, pasien meninggalkan RS Amelia Medika, tanpa mendapat layanan kesehatan di Poli Penyakit dalam sesuai tujuan mereka mendatangi RS Amelia Medika. 'Tadi pihak RS Amelia Medika menghubungi keluarga pasien, meminta pasien datang lagi hari ini, tanpa kronologi dari Kepolisian. Kok bisa berbelit-belit dan mempersulit seperti ini,"sebut Ketua Umum Perhimpunan Pemuda Peduli Kampung (P3K) Kabupaten Pelalawan ini. 


    Daud meminta pihak berwenang dalam pengawasan yakni Dinas Kesehatan Kabupaten Pelalawan harus pro aktif turun ke lapangan melakukan tugas pengawasan ke rumah sakit swasta di Pelalawan. "Saya yakin bukan saya saja yang dipersulit seprti ini, mungkin banyak masyarakat mengalaminya juga, tapi tak terekspos. Harusnya rumah sakit memberikan rasa nyaman dan aman bagi pasien bahkan sebaliknya," pungkas Daud.


    Sementara pihak RS Amelia Medika membantah pihaknya menelantarkan dan mempersulit pasien. Humas RS Amelia Medika Rosma menjelaskan, bahwa pasien datang ke RS Amalia dengan membawa rujukn ke poli penyakit dalam. Perawat menanyakan keluhan pasien, pasien menjawab badan sakit semua , tangan bengkak, terus minta rontgen dan dibagian mata lebam dan dahi kanan luka di plester.


    "Perawat menanyakan kembali,  lukanya kenapa? kata pasien, jatuh dari sepeda motor. Kemudian perawat mengarahkan ke bagian pendaftaran untuk membuat kronologis. Petugas pendaftaran menjelaskan terkait kronologis laporan polisi, habis tu pasien gak terima, langsung meninggalkn RS Amalia,"jelas Rosma.


    Dirinya sudah mencoba untuk menengahi persoalan ini dengan menelpon keluarga pasien agar kembali ke RS. "Jadi kita tidak menelantarkan pasien. Kita tentu akan memberikan pelayanan kesehatan yang terbaik untuk pasien kita," Ungkap Rosma.**

    Komentar

    Tampilkan

    Terkini