• Jelajahi

    Copyright © RIAUHARIAN.COM – Portal Berita Riau Terkini, Aktual & Terpercaya
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Iklan

    a-digital-logo-banner-features-the-indonesian-news

    Menhut: Konservasi Rwanda Jadi Model Nyata Pembangunan Berkelanjutan

    RIAUHARIAN.COM
    Selasa, 07 April 2026, 14.49 WIB Last Updated 2026-04-07T21:49:42Z
    masukkan script iklan disini
    masukkan script iklan disini

     


    JAKARTA, RIAUHARIAN.COM – Menteri Kehutanan (Menhut) Raja Juli Antoni menegaskan bahwa keberhasilan Rwanda dalam konservasi lingkungan dapat menjadi inspirasi nyata bagi pembangunan berkelanjutan di berbagai negara, termasuk Indonesia.

    Pernyataan tersebut disampaikan Raja Juli saat menghadiri peringatan Kwibuka ke-32, momen refleksi tahunan untuk mengenang tragedi genosida Rwanda 1994, pada Selasa (7/4/2026).

    “Perjalanan pemulihan Rwanda bukan hanya soal sejarah, tetapi bukti konkret bahwa komitmen terhadap lingkungan mampu mendorong pembangunan berkelanjutan,” ujar Raja Juli dalam keterangan tertulis.

    Menhut hadir mewakili Pemerintah Indonesia atas arahan Presiden Prabowo Subianto. Acara tersebut juga dihadiri Duta Besar Rwanda Sheikh Abdul Karim Harelimana, Ketua Korps Diplomatik Afrika Macocha Moshe Tembele, serta penyintas genosida Liliane Murangwayire.

    Dalam kesempatan itu, Raja Juli menyoroti keberhasilan Rwanda dalam melestarikan gorila gunung di Taman Nasional Volcanoes. Ia menilai kebijakan konservasi yang konsisten, ditopang perlindungan kawasan dan keterlibatan masyarakat lokal, telah menjadikan Rwanda sebagai rujukan global dalam menjaga keanekaragaman hayati.

    “Populasi gorila meningkat signifikan dan menjadi simbol keberhasilan konservasi dunia,” tegasnya.

    Lebih jauh, ia menekankan bahwa keberhasilan ekologis tersebut berdampak langsung pada peningkatan devisa negara melalui sektor pariwisata berbasis konservasi.

    Menurutnya, pendekatan Rwanda yang memandang hutan sebagai penyedia jasa ekosistem—seperti penyerap karbon dan sumber air—menjadi kunci keberhasilan. Model ini dinilai mampu menjembatani kepentingan lingkungan dan ekonomi sekaligus.

    “Konservasi tidak lagi dipandang sebagai pembatas, melainkan sebagai sumber kesejahteraan. Ini yang membuat masyarakat merasa memiliki dan ikut menjaga,” ujarnya.

    Raja Juli menilai, pendekatan tersebut relevan untuk diterapkan dalam pengelolaan hutan di Indonesia guna memperkuat keseimbangan antara pelestarian lingkungan dan pertumbuhan ekonomi.


    Sumber : metrotvnews.com

    Komentar

    Tampilkan

    Tidak ada komentar:

    Posting Komentar

    Terkini

    Berita Daerah

    +