PELALAWAN, RIAUHARIAN .COM — Wakil Bupati Pelalawan H. Husni Tamrin, S.H. kembali menunjukkan kepeduliannya terhadap penguatan kehidupan keagamaan di tengah masyarakat. Kali ini, ia menggelar Pelatihan Imam dan Khatib Tingkat Kabupaten Pelalawan di kediaman pribadinya di Jalan Pemda, Rabu (16/9/2026).
Kegiatan tersebut diikuti puluhan peserta yang berasal dari berbagai kalangan. Para peserta tampak mengikuti rangkaian pelatihan dengan khidmat dan penuh perhatian.
Pelatihan menghadirkan sejumlah pemateri yang berkompeten di bidang keagamaan, di antaranya Buya Iswadi H. Iswadi M. Yazid, Lc., M.Sy., Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Pelalawan, serta Buya Dr. Sudur, S.Fil., KTU Kementerian Agama Kabupaten Pelalawan.
Kegiatan diawali dengan pembacaan ayat suci Al-Qur'an oleh Ustadzah Nora.
Ketua Pelaksana Pelatihan Imam dan Khatib, Buya H. M. Rais, dalam sambutannya mengatakan kegiatan tersebut diharapkan dapat menambah wawasan dan kemampuan peserta, khususnya dalam menjalankan peran sebagai imam sekaligus khatib.
Menurutnya, seorang imam diharapkan tidak hanya mampu memimpin salat, tetapi juga memiliki kemampuan menyampaikan khutbah, khususnya dalam pelaksanaan Salat Jumat.
“Kegiatan ini dapat menambah ilmu, sehingga dalam pelaksanaan Salat Jumat, imam juga bisa menjadi khatib. Kegiatan ini juga dilaksanakan dengan anggaran dari kantong pribadi H. Husni Tamrin, S.H.,” ungkap Buya Rais.
Sementara itu, Wakil Bupati Pelalawan H. Husni Tamrin, S.H. menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh peserta serta undangan yang telah hadir.
Ia berharap seluruh peserta dapat mengikuti pelatihan dengan sungguh-sungguh dan khidmat, sehingga ilmu yang diperoleh dapat diterapkan di tengah masyarakat.
“Terima kasih atas kedatangan Bapak-bapak dalam acara ini. Semoga kegiatan ini dapat diikuti dengan khidmat,” ucap Husni Tamrin.
Mantan anggota DPRD Provinsi Riau itu menambahkan, pelatihan imam dan khatib tersebut merupakan kegiatan keagamaan kedua yang dilaksanakannya pada tahun 2026.
Sebelumnya, ia telah menggelar Pelatihan Memandikan Jenazah sebagai bagian dari upaya meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat dalam mengurus fardhu kifayah.
“Kegiatan ini merupakan kegiatan kedua yang dilaksanakan pada tahun ini. Yang pertama adalah Pelatihan Memandikan Jenazah, dan yang kedua adalah Pelatihan Imam dan Khatib,” tambahnya.
Husni Tamrin berharap kegiatan tersebut tidak berhenti sebatas pelatihan, tetapi mampu menjadi spirit baru bagi masyarakat untuk terus belajar dan meningkatkan pemahaman dalam menjalankan ibadah.
Ia juga menekankan pentingnya meneruskan ilmu yang diperoleh kepada generasi muda agar pengetahuan keagamaan tetap tumbuh dan berkembang di tengah masyarakat Pelalawan.
“Semoga kegiatan ini dapat menjadi semangat bagi kita semua untuk terus belajar dalam beribadah kepada Allah SWT. Nantinya, ilmu ini juga dapat diteruskan kepada generasi penerus,” tutup H. Husni Tamrin, S.H.**








