masukkan script iklan disini
PELALAWAN – Upaya mendukung program ketahanan pangan nasional terus dilakukan di wilayah Kecamatan Ukui. Bhabinkamtibmas Desa Kampung Baru, Bripka Z. Zuhri, melakukan monitoring dan pengecekan perkembangan tanaman jagung pipil Kuartal II yang ditanam di lahan tumpang sari Tanah Kas Desa (TKD) seluas 4 hektare, Rabu (3/6/2026).
Pengecekan dilakukan untuk memastikan pertumbuhan tanaman jagung yang menjadi salah satu komoditas pendukung program ketahanan pangan berjalan sesuai harapan. Dari hasil monitoring di lapangan, tanaman jagung yang ditanam sejak 18 Mei 2026 menunjukkan perkembangan yang cukup baik dengan tinggi tanaman saat ini berkisar antara 5 hingga 10 sentimeter.
Kapolsek Ukui AKP Ardi Surya Kusuma, S.T.K., S.I.K., melalui Bhabinkamtibmas menyampaikan bahwa sebelum penanaman dilakukan, lahan telah dipersiapkan dengan pemberian pupuk kandang dan pupuk dolomit guna meningkatkan kesuburan tanah.
“Sejak awal, lahan sudah diberikan pupuk kandang dan dolomit sebagai langkah persiapan. Saat ini tanaman jagung terus menunjukkan pertumbuhan meskipun belum merata,” ujarnya.
Ia menjelaskan, kondisi pertumbuhan yang belum seragam dipengaruhi minimnya curah hujan sejak masa tanam hingga saat ini. Meski demikian, kelompok tani tetap berupaya menjaga perkembangan tanaman dengan melakukan penyiraman secara manual.
Berdasarkan data perkembangan, pada 24 Mei 2026 tinggi tanaman masih berkisar 1 hingga 2 sentimeter. Dalam kurun waktu sekitar satu minggu, tanaman mengalami peningkatan pertumbuhan hingga mencapai 5 sampai 10 sentimeter.
“Hingga saat ini belum ditemukan kendala yang signifikan. Hanya saja faktor cuaca, khususnya belum turunnya hujan, membuat pertumbuhan tanaman belum merata. Untuk mengantisipasi hal tersebut, petani melakukan penyiraman secara manual,” tambahnya.
Monitoring yang dilakukan secara berkala ini merupakan bentuk dukungan Polri terhadap program Asta Cita Presiden RI di bidang ketahanan pangan. Melalui sinergi antara kepolisian dan kelompok tani, diharapkan lahan jagung pipil seluas 4 hektare tersebut dapat berkembang optimal dan menghasilkan panen yang bermanfaat bagi masyarakat.
Dengan perawatan yang terus dilakukan dan dukungan seluruh pihak, tanaman jagung di lahan tumpang sari Desa Kampung Baru diharapkan mampu menjadi salah satu penguat ketahanan pangan di Kabupaten Pelalawan.





